PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal merupakan tempat bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal dengan cara menawarkan sahamnya kepada masyarakat/publik

PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal merupakan tempat bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal dengan cara menawarkan sahamnya kepada masyarakat/publik. Keterlibatan masyarakat/publik dalam pasar modal adalah dengan cara membeli saham yang ditawarkan dalam pasar modal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terjadi transaksi jual-beli dalam pasar modal layaknya pasar barang dan jasa pada umumnya. Pada dasarnya, pasar modal memiliki dua fungsi yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Fungsi ekonomi pasar modal adalah menyediakan fasilitas untuk memidahkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana. Secara tidak langsung fungsi keuangan pasar modal sebenarnya untuk menyediakan dana yang dibutuhkan oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan normal operasi perusahaan . Dalam aktivitas pasar modal kedua belah pihak yang memiliki dana (investor) dan yang membutuhkan dana (emiten) akan memiliki perbedaan kepentingan yang berbeda. Bagi emiten, pasar modal adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan tambahan dana tanpa perlu menunggu hasil dari kegiatan operasional, sedangkan bagi investor pasar modal adalah salah satu alternatif untuk melakukan investasi dan mendapatkan keuntungan yang optimal. Suatu investasi tentunya memiliki resiko tersendiri. Investor tidak dapat secara pasti mengetahui resiko apa yang akan diterimanya dalam melakukan suatu investasi. Oleh karena itu seorang investor memerlukan analisis dalam menginvestasikan dananya dan meminimalkan resiko (Restiyani, 2006). Untuk mengetahui apakah memperoleh gain, seorang Investor harus memiliki acuan untuk dapat mengetahui apakah ketika melakukan investasi saham dalam perusahaan akan memberikan gain (keuntungan) jika nanti sahamnya dijual kembali. Dalam hal, Investor dapat menggunakan tingkat imbal hasil sebagai alat ukur untuk melihat ekspektasi hasil dari investasi saham yang dilakukan . Menurut Jogiyanto (2000), bagi seorang investor, investasi dalam sekuritas yang dipilih tentu diharapkan memberikan tingkat pengembalian (return) yang sesuai dengan resiko yang harus ditanggung oleh para investor. Bagi para investor, tingkat return ini menjadi faktor utama karena return adalah hasil yang diperoleh dari suatu investasi. Salah satu jenis sekuritas yang paling populer di pasar modal adalah sekuritas saham. Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu atau institusi dalam perusahaan (Ang, 1997). Sedangkan menurut Husnan (2005), saham adalah tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam perusahaan terbuka (PT). Saham yang dinilai baik adalah saham yang mampu memberikan return realisasi yang tidak terlalu jauh dari return ekspektasi. Pendapatan dari investasi saham atau return dapat berupa deviden dan capital gain. Deviden merupakan penerimaan dari perusahaan yang berasal dari laba yang dibagikan, sementara capital gain merupakan pendapatan yang diperoleh dari selisisih harga saham. Apabila selisish harga tersebut negatif berarti investor mengalami capital loss dan sebaliknya. Para investor seringkali menginginkan keuntungan dengan segera sehingga mereka lebih menginginkan keuntungan dalam bentuk capital gain dibandingkan deviden (Jogiyanto, 2000). Adanya ketidakpastian return yang akan diterima oleh seorang investor mendorong mereka untuk bersikap hati-hati dalam memilih alternatif investasi. Karena dalam pasar modal tidak semua saham dengan profil perusahaan yang baik akan memberikan return yang baik kepada investor sehingga dibutuhkan analisis yang akurat mengenai aktifitas perusahaan tersebut. Para investor perlu melakukan analisis yang mendalam mengenai perubahan pergerakan return saham. Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisis fundamental yang berbasis rasio keuangan. Menurut Jogiyanto (2000), analisis fundamental adalah analisis untuk menghitung nilai intrinsik perusahaan dengan menggunakan data keuangan perusahaan, nilai intrinsik perusahaan dapat diwujudkan dengan harga saham. Selain analisis fundamental investor dapat melakukan analisis teknikal. Analisis teknikal adalah analisis yang menggunakan data pasar dari suatu saham untuk menentukan nilai saham (Jogiyanto, 2000). Jika prospek suatu perusahaan kuat dan baik, maka harga saham akan merefleksikan kekuatan itu dan meningkat seiring dengan peningkatan kondisi finansial suatu perusahaan, harus diperhatikan bahwa nilai suatu efek ekuitas tidak hanya ditentukan oleh tingkat kembalian yang mungkin terjadi (expected return), namun tingkat resiko di dalamnya (Huda, 2007). Rasio keuangan yang dihasilkan dari laporan keuangan merupakan faktor fundamental perusahaan. Rasio keuangan ini digunakan untuk melakukan analisis fundamental. Bagi perusahaan yang go public diharuskan memberikan laporan keuangan yang relevan mengenai rasio-rasio keuangannya, hal tersebut tercantum dalam Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-51/PM/1996 yang dikeluarkan pada tanggal 17 Januari 1996. Bagi para investor, laporan keuangan merupakan faktor penting untuk menentukan sekuritas mana yang akan dipilih sebagai pilihan investasi. Selain itu, laporan keuangan merupakan alat analisis yang paling mudah dan murah untuk didapat para investor/calon investor. Di samping itu, laporan akuntansi sudah cukup menggambarkan kepada kita sejauh mana perkembangan kondisi perusahaan dan apa saja yang telah dicapainya (Tandelilin, 2001). Laporan keuangan sering kali digunakan sebagai acuan menilai kinerja perusahaan emiten (Horrigan, 1965). Ulupui (2007) mengatakan bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk meprediksi kesulitan keuangan yang dialami perusahaan, hasil kegiatan operasional, kinerja keuangan perusahaan di masa yang lalu dan yang akan datang, juga sebagai pedoman bagi investor mengenai kinerja perusahaan di masa lalu dan masa mendatang. Analisis faktor fundamental didasarkan pada laporan keuangan perusahaan melalui analisis rasio-rasio keuangan dan ukuran-ukuran lainnya seperti cash flow untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan (Ang,199718.36). Dari berbagai rasio keuangan terdapat beberapa rasio dan informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk memprediksi return saham. Rasio keuangan dikelompokkan dalam lima jenis yaitu (1) rasio likuiditas, yaitu rasio yang menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek (2) rasio aktivitas, menyatakan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan harta yang dimikinya (3) rasio profitabilitas, menunjukkan kemampuan dari perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (4) rasio solvabilitas (leverage), menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, dan (5) rasio pasar, menunjukkan informasi penting perusahaan dan diungkapkan dalam basis per saham. Rasio-rasio keuangan tersebut digunakan untuk menjelaskan kekuatan dan kelemahan kondisi keuangan perusahaan serta untuk memprediksi return saham di pasar modal (Restiyani, 2006). Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini meliputi rasio likuiditas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas. Daya tarik utama bagi pemilik perusahaan (pemegang saham) dalam suatu perseroan adalah profitabilitas. Dalam konteks ini profitabilitas berarti hasil yang diperoleh melalui usaha manajemen atas dana yang diinvestasikan pemilik perusahaan. Menurut Machfoedz (1989) profitabilitas adalah hasil dari kebijakan dan keputusan yang diambil manajemen. Pemilik juga tertarik pada pembagian laba yang menadi haknya yaitu, seberapa banyaknya yang diinvestasikan kembali dan seberapa banyak yang dibagikan sebagai deviden kepada mereka. Pada akhirnya, pemilik juga berkepentingan dengan dampak hasil perusahaan terhadap nilai pasar investasi mereka, khususnya jika saham dijual kepada umum (Helfert, 1997). Kemakmuran (wealth) investor akan sangat tergantung pada return yang diharapkan dan resiko dari taksiran aliran kas di masa yang akan datang. Laporan keuangan perusahaan menggambarkan hasil masa lalu telah cukup dijadikan pedoman aktivitas di masa yang akan datang, namun analisis profitabilitas yang didasarkan pada rate of return di masa lampau dapat memberikan gambaran dan informasi yang berguna bagi manajemen dan para analis di luar perusahaan (Ardhiastari, 2006). Apabila pasar modal menganggap seluruh investor adalah investor yang rasional maka para investor tersebut akan selalu memilih untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi. Karena dengan kemungkinan perusahaan menghasilkan laba tinggi maka return ekspektasi juga tinggi. Rasio Profitabilitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah rasio Return on Asset (ROA). Beberapa bukti empiris mengenai pengaruh Current Ratio (CR) terhadap return saham menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Menurut I.G.K Ulupui, CR memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai return saham. Penelitian yang berbeda dilakukan oleh Restiyani (2006), Wahid (2014), dan Tri Laksita Asmi (2014) yang menjelaskan bahwa rasio CR tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai return saham. Rasio aktivitas sering diasosiasikan dengan Total Assets Turn Over (TATO). Rasio ini digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva perusahaan. Total Asset Turn Over (TATO) menunjukkan bagaimana efektifitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk meningkatkan nilai penjualan dan meningkatkan laba (Sartono, 2001). TATO dipengaruhi oleh nilai penjualan bersih yang dilakukan oleh perusahaan dibandingkan dengan nilai aktiva total yang dimiliki oleh perusahaan. Bila nilai TATO ditingkatkan berarti terjadi kenaikan penjualan bersih perusahaan, peningkatan penjualan bersih perusahaan akan mendorong peningkatan laba yang akan direspo dengan peningkatan harga saham perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan return saham perusahaan (Sartono, 2001). Studi empiris mengenai hubungan TATO dengan return saham digambarkan sebagai hubungan yang signifikan dengan return saham. Hasil penelitian ini didukung oleh Restiyani (2006). Penelitian yang berbeda dilakukan oleh Tuasikal (2001), Ulupui (2007), dan Tri Laksita Asmi (2014) yang menyatakan bahwa TATO tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Mengingat pentingnya faktor fundamental maka tidak mengherankan bila banyak peneliti yang melakukan penelitian mengenai faktor-faktor fundamental yang dipandang mempengaruhi nilai return saham. Namun penelitian yang telah dilakukan tersebut banyak yang masih mengalami inkonsistensi satu dengan yang lainnya. Adanya inkonsistensi dalam penelitian tersebut menyebabkan munculnya research gap. Oleh karena itu, maka dinilai perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh rasio profabilitas (ROA), likuditas (CR) dan aktivitas (ROA) sebagai rumusan landasan memperdiksi return saham. Variabel-variabel tersebut akan diuji, apakah akan berpengaruh terhadap nilai return saham. Berdasarkan hal-hal tersebut maka penelitian ini mengukur dan menganalisis Pengaruh Current Ratio, Total Assets Turn Over Dan Return On Assets Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini, yaitu Apakah current ratio berpengaruh terhadap Return Saham Apakah total assets turn over berpengaruh terhadap Return Saham Apakah return on assets berpengaruh terhadap Return Saham Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh current ratio terhadap Return Saham. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh total assets turn over terhadap Return Saham. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh return on assets terhadap Return Saham. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah Bagi para investor, penelitian ini bisa dijadikan alat bantu analisis terhadap saham yang diperjualbelikan di bursa melalui variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini sehingga para investor dapat memilih pilihan investasi yang dinilai paling tepat. Bagi masyarakat, penelitian ini bisa digunakan sebagai alat analisis untuk mengukur kinerja perusahaan-perusahaan yang didasarkan pada informasi laporan keuangan. Bagi Praktisi, diharapkan menjadi masukan bagi Perusahaan manufaktur khususnya industri makanan dan minuman, dalam penyusunan kebijakan di masa yang akan datang. Bagi Peneliti selanjutnya, penelitian ini bermanfaat dalam mengembangkan wawasan berfikir yang dilandasi konsep ilmiah khususnya ilmu akuntansi manajemen serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. TINJAUAN PUSTAKA Signaling Theory Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan investasi (Jogiyanto, 2000). Menurut Jogiyanto (2000), informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Asumsi dari signaling theory adalah para manajer perusahaan memiliki informasi yang lebih akurat mengenai perusahaan yang tidak diketahui oleh pihak luar (investor). Hal ini akan mengakibatkan suatu asimetri informasi antara pihak-pihak yang berkepentingan (Jogiyanto, 2000). Asimetri informasi merupakan suatu kondisi dimana informasi privat yang hanya dimiliki investor-investor yang hanya mendapat informasi saja. Hal tersebut akan terlihat jika manajemen tidak secara penuh menyampaikan semua informasi yang diperoleh tentang semua hal yang dapat mempengaruhi perusahaan, maka umumnya pasar akan merespon informasi tersebut sebagai suatu sinyal terhadap suatu kejadian yang akan mempengaruhi nilai perusahaan yang tercermin melalui harga saham (Jogiyanto, 2000). Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan volume perdagangan saham. Pada waktu informasi diumumkan dan semua pelaku pasar sudah menerima informasi tersebut, pelaku pasar terlebih dahulu menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai sinyal baik (good news) atau sinyal buruk (bad news). Jika pengumuman informasi tersebut sebagai sinyal baik bagi investor, maka terjadi perubahan dalam volume perdagangan saham. Menurut Sharpe (1997), pengumuman informasi akuntansi memberikan sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang (good news) sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan saham, dengan demikian pasar akan bereaksi yang tercermin melalui perubahan dalam volume perdagangan saham. Dengan demikian hubungan antara publikasi informasi baik laporan keuangan, kondisi keuangan ataupun sosial politik terhadap fluktuasi volume perdagangan saham dapat dilihat dalam efisiensi pasar. Menurut Husnan (2005), pasar modal efisien didefinisikan sebagai pasar yang harga sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan. Secara garis besar signaling theory erat kaitanya dengan ketersediaan informasi. Berdasarkan informasi maka pasar modal dapat dibedakan menjadi (Jogiyanto, 2000) 1. Pasar modal bentuk lemah (weak form) pasar yang harga-harga sekuritasnya mencerminkan informasi masa lalu. 2. Pasar modal bentuk setengah kuat pasar yang harga-harga sekuritasnya secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan. 3. Pasar modal bentuk kuat (strong form) pasar yang harga-harga sekuritasnya mencerminkan secara penuh semua jenis informasi termasuk informasi privat. Saham Salah satu efek yang pasar umumnya dijual di pasar modal (bursa efek) adalah saham. Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu Perseroan Terbatas (PT). Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu atau adalah tanda kepemilikkan perusahaan, kepemilikkan saham biasanya institusi dalam suatu perusahaan (Ang, 1997). Menurut Brigham dan Houston (2001) saham disimbolkan dengan saham biasa (common stock). Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai berikut 1. Deviden bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham. 2. Capital gain keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham. 3. Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan. Saham yang diterbitkan emiten ada 2 macam, yaitu saham biasa (common stock) dan saham istimewa (preffered stock). Perbedaan saham ini berdasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut. Hak ini meliputi hak atas menerima deviden, memperoleh bagian kekayaan jika perusahaan dilikuidasi setelah dikurangi semua kewajiban-kewajiban perusahaan. Ciri-ciri saham istimewa adalah 1. Hak utama atas deviden, artinya saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu dalam hal menerima deviden. 2. Hak utama atas aktiva perusahaan, artinya dalam hal likuidasi berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham istimewa setelah semua kewajiban perusahan dilunasi. 3. Penghasilan tetap, artinya pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan dalam jumlah yang tetap. 4. Jangka waktu yang tidak terbatas, artinya saham istimewa yang diterbitkan mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi dengan syarat bahwa perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali saham istimewa tersebut dengan harga tertentu. 5. Tidak mempunyai hak suara, artinya pemegang saham istimewa tidak mempunyai suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). 6. Saham istimewa kumulatif, artinya deviden yang tidak dibayarkan oleh perusa-haan kepada pemegang saham tetap menjadi hak pemegang saham istimewa tersebut. Jika suatu saat perusahaan tidak membagikan deviden, maka pada periode yang lain jika perusahaan tersebut membagikan deviden, maka perusahaan harus membayarkan deviden terutang tersebut sebelum membagikannya kepada pemegang saham biasa. Pada suatu saham terdapat 3 (tiga) macam nilai Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada saham tersebut. Nilai efektif adalah nilai yang tercantum pada kurs resmi kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa, sedangkan Nilai instrinsik adalah nilai saham pada saat diperdagangkan. Menurut Usman yang dikutip oleh Restiyani (2006) ada beberapa jenis saham yang dapat dibedakan melalui cara pemilihan dan manfaat yang akan diperoleh oleh pemegang saham Cara Peralihan Hak Saham atas unjuk (bearer stocks) Di atas sertifikat saham ini tidak dituliskan nama pemiliknya. Dengan pemilikan saham atas unjuk, seorang pemilik sangat mudah untuk mengalihkan atau memindahkannya kepada orang lain karena sifatnya yang mirip dengan uang. Saham atas nama (registered stocks) Di atas sertifikat saham ditulis nama pemiliknya. Cara pengalihannya harus memenuhi suatu prosedur tertentu yaitu dengan dokumen pengalihan dan kemudian nama pemiliknya dicatat dalam buku perusahaan yang khusus memuat daftar nama pemegang saham. Hak Tagihan (klaim) Saham Biasa (common stock) Saham biasa selalu muncul dalam setiap struktur modal saham perusahaan terbuka (PT). Saham biasa menempatkan pemiliknya paling yunior terhadap pembagian deviden dibandingkan dengan saham preferen. Demikian pula terhadap hak atas harta kekayaan perusahaan setelah di likuidasi. Saham Preferen (Prefered Stocks) Menurut Brigham (2001), saham preferen adalah saham yang memiliki sifat hybrid antara karakteristik hutang dan beberapa ekuitas. Jika terjadi likuidasi perusahaan emiten, pemilik saham preferen memiliki urutan setelah kreditur tapi sebelum pemegang saham biasa atas pengklaiman aktiva. Dalam prakteknya ada beberapa jenis saham prefern, yaitu Cumulative Prefered Stock Saham Preferen jenis ini memberikan hak kepada pemiliknya atas pembagian deviden yang sifatnya kumulatif dalam suatu prosentase atau jumlah tertentu dalam arti bahwa jika pada tahun tertentu deviden yang dibayarkan tidak mencukupi atau tidak dibayar sama sekali, maka ini diperhitungkan pada tahun-tahun berikutnya. Non Cumulative Prefered Stock Pemegang saham jenis ini mendapat prioritas dalam pembagian deviden sampai pada suatu prosentase tertentu, tetapi tidak bersifat kumulatif. Dengan demikian apabila suatu tahun tertentu deviden yang dibayar kurang dari yang ditentukan atau tidak dibayar sama sekali, maka hal ini tidak dapat diperhitungkan pada tahun berikutnya. Participating Prefered Stock Pemilik saham preferen ini selain memperoleh deviden seperti yang telah ditentukan, juga memperoleh deviden ekstra apabila perusahaan dapat mencapai target yang telah ditentukan di awal. Convertible Prefered Stock Pemegang saham istimewa memiliki hak lebih dibandingkan pemegang saham lainnya. Hak lebih itu tertera dalam penunjukkan direksi perusahaan. Analisis Fundamental Analisis fundamental menyatakan bahwa setiap investasi saham mempunyai landasan kuat yang disebut nilai intrinsik yang dapat ditentukan melalui suatu analisis yang sangat hati-hati terhadap kondisi perusahaan pada kondisi sekarang dan prospeknya pada masa yang akan datang. Nilai intrinsik merupakan suatu fungsi dari faktor-faktor perusahaan yang dikombinasikan untuk menghasilkan keuntungan (return) yang diharapkan dengan suatu resiko yang melekat pada saham tersebut. Nilai inilah yang diestimasi oleh para pemodal atau analisis, dan hasil dari estimasi ini dibandingkan dengan nilai pasar sekarang (current market price) sehingga diketahui saham-saham yang overpriced ataupun underpriced (Tandelilin, 2001). Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa para analis fundamental mencoba memperkirakan return saham di masa yang akan datang dengan mengestimasi nilai dari faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi return saham di masa yang akan datang dan para analis mencoba menerapkan hubungan faktor-faktor tersebut sehingga diperoleh perkiraan return saham (Natarsyah, 2002). Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau ektivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2002). Laporan keuangan (financial statement) memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansial suatu perusahaan. Lima (5) jenis laporan keuangan yang biasanya digunakan untuk mengetahui keadaan finansial suatu perusahaan terdiri atas 1. Neraca (Balance Sheet) Neraca adalah suatu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang kekayaan yang dikuasai dan digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Ada 3 (tiga) unsur dalam neraca yaitu (i) aktiva, yang menunjukkan kekayaan atau sumber ekonomis yang dikuasai perusahaan dan digunakan untuk operasi perusahaan, (ii) hutang, yaitu jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan dengan menggunakan kekayaan perusahaan kepada pemilik diluar pihak pemilik perusahaan, (iii) modal, yaitu sisa hak atas aktiva di dalam perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh hutang-hutangnya. Laporan Laba Rugi (Income Statement) Laporan laba rugi memberikan informasi tentang hasil usaha dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Selisih antara pendapatan dengan biaya adalah laba atau rugi. Lazimya laporan perhitungan laba atau rugi disusun paling sedikit sekali dalam setiap tahun. Elemen-elemen yang termasuk di dalam laporan laba-rugi adalah pendapatan, biaya, dan elemen laba atau rugi. 3. Laporan Perubahan Modal (Statement of Owners Equity) Laporan perubahan modal memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama periode tertentu. Perubahan modal pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu adanya investasi awal dari pemilik, adanya investasi baru, adanya laba atau rugi dan adanya prive. 4. Laporan Arus Kas (cash Flow Statement) Laporan Arus Kas merupakan penerimaan kas dan pembayaran kas (pengeluaran kas). Laporan arus kas melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran kas yang digolongkan sesuai dengan kegiatan utama entitas operasi, investasi, dan pembelanjaan. Laporan tersebut melaporkan arus masuk kas bersih atau keluar kas bersih dari setiap kegiatan dan untuk semua kegiatan usaha. 5. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan Keuangan adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan. Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup informasi tentang hutang, kelangsungan usaha, piutang, kewajiban kontinjensi, atau informasi kontekstual untuk menjelaskan angka-angka keuangan (misalnya untuk menunjukkan gugatan). Menurut SAK dalam bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan mendefinisikan bahwa laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana) dan catatan atas laporan keuangan, laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan ( Ang,199718.6). Sedangkan pengertian analisis laporan keuangan (financial statement analysis) menurut Soemarso (1999430) adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka lain yang mempunyai makna atau dapat menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. Menganalisis laporan keuangan, berarti melakukan suatu proses untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan tersebut (Purnomo, 200252). Untuk membantu pembaca dalam menafsirkan data bisnis, laporan keuangan biasanya disajikan dalam bentuk komparatif. Laporan komparatif adalah laporan keuangan yang disajikan berdampingan untuk dua tahun atau lebih (Simamora, 2000515). Melalui laporan keuangan akan dapat dinilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, struktur modal perusahaan, distribusi aktivanya, keefektifan penggunaan aktiva, hasil usaha atau pendapatan yang telah dicapai, beban-beban tetap yang harus dibayar, serta nilai-nilai buku tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan. Analisa keuangan yang dilakukan suatu perusahaan tidak saja dilakukan terhadap satu periode saja, tetapi diperlukan adanya analisa komparatif (comparative analysis) sehingga dapat dilihat suatu hubungan atau kecenderungan yang bersifat significant. Dengan adanya kebutuhan akan analisa komparatif, maka analisa keuangan dapat dibagi atas tiga jenis (Ang, 199718.22), yaitu 1. Intracompany Basis Suatu perbandingan (komparatif) dalam internal perusahaan yang berfungsi untuk mendeteksi adanya perubahan-perubahan finansial perusahaan atau kecenderungan (trend) yang significant. 2. Intercompany Basis Suatu perbandingan dengan perusahaan lain yang memberikan suatu pandangan terhadap posisi kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Biasanya perusahaan yang dijadikan basis perbandingan adalah perusahaan yang menjadi leader dalam industrinya atau perusahaan yang berada pada industri yang sama dan besarnya sama atau perusahaan kompetitor. 3.Industry Averages Suatu perbandingan dengan rata-rata industri atau norma industri dari industri yang sama dengan perusahaan yang akan dianalisa sehingga bisa memberikan informasi sejauh mana posisi relatif perusahaan tersebut dalam industrinya. Teknik Analisis Laporan Keuangan Teknik-teknik analisis laporan keuangan digunakan untuk memperlihatkan hubungan dan perubahan-perubahan. Menurut Simamora (2000518) terdapat tiga teknik yang lazim dipakai, yaitu a. Analisis Horizontal (Horizontal Analysis) Analisis horizontal adalah teknik yang dipakai untuk mengevaluasi serangkaian data laporan keuangan selama periode tertentu. b. Analisis Vertikal (Vertical Analysis) Analisis vertikal adalah teknik yang digunakan untuk mengevaluasi data laporan keuangan yang menggambarkan setiap pos dari laporan keuangan dari segi persentase jumlahnya. c. Analisis Rasio (Ratio Analysis) Analisis rasio menggambarkan hubungan diantara pos-pos yang terseleksi dari data laporan keuangan. Rasio Keuangan Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain (Munawir, 200254). Rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam aritmathical terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data finansial (Riyanto, 2001329). Rasio keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan hubungan antara berbagai macam akun (accounts) dari laporan keuangan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. Sedangkan studi yang berfungsi untuk mempelajari rasio keuangan tersebut disebut analisa rasio keuangan (financial ratios analysis). Financial ratio analysis ini dapat dibagi atas dua jenis berdasarkan variate yang digunakan dalam analisa (Ang, 199718.23), yaitu 1. Unvariate Ratio Analysis Unvariate ratio analysis merupakan analisa rasio keuangan yang menggunakan satu variate didalam melakukan analisa (profit margin ratio, return on assets, return on equity, dan sebagainya) 2. Multivariate Ratio Analysis Multivariate ratio analysis merupakan rasio keuangan yang menggunakan lebih dari satu variate didalam melakukan analisa (almans z-score, zeta score, dan sebagainya). Penganalisa finansial dalam mengadakan analisa rasio finansial pada dasarnya dapat melakukannya dengan dua macam pembanding (Riyanto, 2001329), yaitu 1) Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang lalu (ratio historis) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu- waktu yang akan datang dari perusahaan yang sama. 2) Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan (rasio perusahaan/company ratio) dengan rasio-rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri (rasio industri/rasio rata-rata/rasio standard) untuk waktu yang sama. Untuk menganalisis laporan keuangan tersebut diperlukan suatu alat analsis yaitu rasio keuangan. Menurut Munawir (200268), angka rasio dapat dibedakan menjadi tiga menurut sumber datanya, antara lain 1. Rasio-rasio neraca (balance sheet ratio) Adalah semua rasio yang semua datanya diambil atau bersumber pada neraca (misalnya current ratio, acid test ratio). 2. Rasio-rasio Laporan laba rugi (income statement ratio) Yaitu angka-angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil dari Laporan laba rugi (misalnya gross profit margin, net operating margin, operating ratio, dan sebagainya). 3. Rasio-rasio antar laporan (interstatement ratio) Ialah semua angka rasio yang penyusunan datanya berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan laba rugi (misalnya inventory turnover, account receivable turnover, sales to fixed assets, dan sebagainya) Sedangkan menurut Ang (199718.23-18.38) rasio keuangan dapat dikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan ruang lingkup atau tujuan yang ingin dicapai, yaitu 1) Rasio Likuiditas (Liquidity Ratios) Rasio ini menyatakan kemampuan perusahaan jangka pendek untuk memenuhi obligasi (kewajiban) yang jatuh tempo. Rasio likuiditas ini terdiri dari current ratio (rasio lancar), quick ratio, dan net working capital. 2) Rasio Aktivitas (Activity Ratios) Rasio ini menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan didalam memanfaatkan harta-harta yang dimilikinya. Rasio aktivitas ini terdiri dari total asset turn over, fixed asset turnover, accounts receivable turnover, inventory turnover, average collection period (days sales inaccounts receivable) dan days sales in inventory. 3) Rasio Rentabilitas/Profitabilitas (Profitability Ratios) Rasio ini menunjukkan keberhasilan perusahaan didalam menghasilkan keuntungan. Rasio rentabilitas ini terdiri dari gross profit margin, net profit margin, operating return on assets, return on assets, return on equity, dan operating ratio. 4) Rasio Solvabilitas (Solvency Ratios) Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini juga disebut leverage ratios, karena merupakan rasio pengungkit yaitu menggunakan uang pinjaman(debt) untuk memperoleh keuntungan. Rasio leverage ini terdiri dari debt ratio, debt to equity ratio, long-term debt to equity ratio, long-term debt to capitalization ratio, times interest earned, cash flow interest coverage cash flow to net income, dan cash return on sales. 5) Rasio Pasar (Market Ratios) Rasio ini menunjukkan informasi penting perusahaan yang diungkapkan dalam basis per saham. Rasio pasar ini terdiri dari dividend yield, dividend per share, earning per share, dividend payout ratio, price earning ratio, book value per share, dan price to book value. Return Saham Return saham adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi saham yang dilakukan (Ang, 1997). Return merupakan hasil yang diperoleh dari suatu investasi. Return dapat berupa return realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang (Jogiyanto, 2000). Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi ini sangat penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan dan juga digunakan sebagai landasan penghitungan return ekspektasi di masa yang akan datang. Setiap investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang mempunyai tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan yang disebut return baik langsung maupun tidak langsung. Dalam melakukan investasi, investor yang rasional akan mempertimbangkan 2 (dua) hal, yaitu expected return (tingkat kembalian yang diharapkan) dan risk (resiko) yang terkandung dalam altternatif investasi yang dilakukan. Pada umumnya, nilai return yang sering digunakan adalah return total. Return pada dasarnya dibagi menjadi dua jenis yaitu capital gain/loss dan yield. Capital gain merupakan selisih dari harga investasi sekarang dengan harga periode yang lalu. Jika harga investasi sekarang lebih tinggi dari harga investasi periode lalu berarti terjadi keuntungan modal (capital gain) dan sebaliknya. Yield merupakan presentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi. Keuntungan ini biasanya diterima dalam bentuk kas atau setara dengan kas sehingga dapat diuangkan dengan cepat. Salah satu contoh yield adalah deviden (Jogiyanto, 2000). Tentunya tidak semua saham memberikan return dalam bentuk capital gain karena nilai capital gain sangat tergantung dari harga pasar instrumen investasi yang bersangkutan yang berarti investasi harus diperdagangkan di pasar. Karena dengan adanya pergerakan maka akan timbul perubahan nilai suatu instrumen investasi (Ang, 1997). Menurut Usman (2004), komponen return terdiri dari dua jenis current income (pendapatan lancar), dan Capital Gain (keuntungan selisih harga). Current income merupakan keuntungan yang diperoleh melalui pembayaran yang bersifat periode seperti pembayaran bunga deposito, bunga obligasi, dividen dan sebagainya. Current income disebut sebagai pendapatan lancar, karena keuntungan yang diterima biasanya dalam bentuk kas, sehingga dapat diuangkan secara cepat, seperti bunga atau jasa giro, dan dividen tunai juga dapat dalam bentuk setara kas seperti bonus atau dividen saham yaitu dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham dan dapat dikonversikan menjadi uang kas. Komponen kedua dari return adalah capital gain, yaitu keuntungan yang diterima karena adnya selisih antara harga jual dengan harga beli saham suatu instrumen investasi. Capital gain sangat bergantung dari harga pasar instrumen investasi, yang berarti bahwa instrumen nvestasi harus diperdagangkan dipasar. Dengan adanya perdagangan maka akan timbul perubahan nilai suatu instrumen investasi yang memberikan captal gain. Besarnya capital gain dilakukan dengan analisis return histories yang terjadi pada periode sebelumnya, sehingga dapat ditentukan besarnya tingkat kembalian (expected return). H. Penelitian Sebelumnya Beberapa penelitian sebelumnya berkaitan dengan manfaat informasi akuntansi untuk memprediksi laba atau return saham di BEJ dikemukakan berikut ini. 1) Penelitian Sparta (2000) tentang pengaruh Return On Assets (ROA), Deviden Payout Ratio (DPR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham perusahaan dalam kelompok perusahaan jasa keuangan di BEJ, menunjukkan ROA,DPR dan DER tidak signifikan berpengaruh terhadap return saham. 2) Penelitian Tri Laksita Asmi (2014) tentang pengaruh Current Ratio, Debt to Euity Ratio, Total Asset Turn Over, Return On Asset, Price Book Value terhadap return saham perusahaan property di BEI, menunjukkan bahwa CR, DER, TATO, dan ROA tidak berpengaruh signifikan sedangkan PBV berpengaruh terhadap return saham. 3) Penelitian Wahid (2014) tentang pengaruh Current Ratio, Debt to Euity Ratio, Total Asset Turn Over, Return On Asset,dan EPS terhadap return saham perusahaan property di BEI, menunjukkan bahwa TATO,ROA berpengaruh signifikan dan CR,DER, EPS tidak berpengaruh terhadap return saham. 4) Penelitian Natarsyah (2002) tentang pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return On Assets (ROA), Deviden Payout Ratio (DPR) dan , Price Book Value (PBV) terhadap return saham perusahaam manufaktur di BEJ, menunjukkan bahwa ROA, DPR, PBV berpengaruh signifikan dan DER tidak berpengaruh terhadap return saham. 5) Penelitian Sunarto (2000) tentang pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER) dan Price Book Value (PBV) terhadap return saham perusahaan dalam kelompok LQ-45 di BEJ, menunjukkan bahwa ROA, dan ROE secara parsial berpengaruh signifikan, DER dan PBV tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. 6) Penelitian Saiful Anam (2003) tentang pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA), Debt to Total Assets (DTA), Return On Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham perusahaan otomotif di BEJ, menunjukkan bahwa variabel independen NPM, ROA, DTA terbukti signifikan berpengaruh, ROE dan DER tidak berpengaruh terhadap return saham. 7) Penelitian Ika Rahayu (2003) tentang pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Earning Ratio (PER) dan Return On Assets (ROA) terhadap return saham perusahaan dalam kelompok LQ-45 di BEJ, menunjukkan bahwa CR, PER, ROA berpengaruh tdk signifikan dan DER berpengaruh signifikan terhadap return saham. 8) Penelitian Suwandi (2003) tentang pengaruh Price Book Value (PBV), Deviden Payout Ratio (DPR), Return On Assets (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap return saham perusahaan kelompok LQ-45 di BEJ, menunjukkan bahwa PBV, DPR, ROA berpengaruh positif signifikan dan DER berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham. 9) Penelitian Sulistyo (2004) tentang pengaruh Return On Assets (ROA), Debt to Total Assets (DTA), Price Earning Ratio (PER) dan Earning Per Share (EPS) terhadap return saham perusahaan otomotif di BEJ, menunjukkan bahwa ROA, DTA, PER dan EPS mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham. 10) Penelitian IGK Ulupui (2007) tentang pengaruh Current Ratio terhadap return saham perusahaan makan dan minuman di BEJ, menunjukkan bahwa CR berpengaruh positif dan signifikan terhadap retur saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Secara ringkas, penelitian-penelitian terdahulu dapat di lihat pada table berikut ini Tabel 1 Hasil Penelitian Terdahulu NoPeneliti (Tahun)Variable PenelitianMetodeHasil1Sparta (2000)Dependen Return Saham Independen ROA, DPR, DERRegresiROA, DPR, DER tdk signifikan berpengaruh thd return saham2Tri Laksita Asmi (2014)Dependen Retur Saham Independent CR, DER, TATO, ROA, PBVRegresiPBV berpengaruh terhadap return saham CR, DER, TATO, ROA tidak berpengaruh3Wahid Al Hayat (2014)Dependen Retur Saham Independent CR, TATO, DER, ROA, EPSRegresiTATO dan ROA berpengaruh terhadap return saham, sedangkan CR, DER dan EPS tidak berpengaruh.4Sahib Natarsyah (2002)Dependen Return Saham Independen DER, ROA, DPR, PBVRegresiROA, DPR, PBV Berpengaruh signifikan, DER tdk berpengaruh thd return saham5Sunarto (2000)Dependen Return Saham Independen ROA, ROE, DER, PBVRegresiROA, ROE secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham.6Saiful Anam (2002)Dependen Return Saham Independen NPM, ROA, DTA, ROE, DERRegresiNPM, ROA, DTA terbukti signifikan berpengaruh positif, ROE, DER berpengaruh tidak signifikan terhadap return saham7Ika Rahayu (2003)Dependen Return Saham Independen CR, DER, PER, ROARegresiCR, PER, ROA berpengaruh tdk signifikan, DER berpengaruh signifikan thd return saham8Suwandi (2003)Dependen Return Saham Independen PBV, DPR, ROA, DERRegresiPBV, DPR, ROA berpengaruh positif signifikan, DER Berpengaruh negatif signifikan thd return saham9Sulistio (2004)Dependen Return Saham Independen ROA,DTA, PER, dan EPSRegresiROA, DTA, PER, dan EPS mempunyai pengaruh yg signifikan terhadap return saham 10IGK Ulupui (2007)Dependen Return Saham Independen CRRegresiCR berpengaruh positif dan signifikan terhadap return sahamSumber Beberapa Jurnal dan Tesis Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa penentuan variabel sebagai faktor-faktor pengaruh terhadap return saham nampak berbeda dan kelompok saham yang dijadikan obyek penelitian juga berbeda-beda. Hal tersebut yang mendasari untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi return saham. Sehubungan dengan hal tersebut dalam penelitian ini menggunakan beberapa faktor fundamental yang terdiri dari variabel-variabel Current Ratio, Total Assets Turn Over, Return On Assets terhadap return saham. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian terdahulu yang pernah dilakukan berdasar pada beberapa hal, yaitu sebagai berikut 1) Obyek penelitian adalah perusahaan manufaktur di BEI yang termasuk dalam kelompok industri makanan dan minuman. 2) Variabel yang diteliti adalah Current Ratio, Total Assets Turn Over dan Return On Assets. 3) Periode penelitian penelitian adalah tahun 2011-2013. BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS Kerangka Konseptual Berdasarkan latar belakang dan landasan teori dapat dibuat kerangka konseptual yang akan diteliti seperti pada gambar 1, adapun variabel dalam penelitian ini adalah Curent Rasio yaitu hasil yang diperoleh dari aktiva lancar yang di gunakan untuk membiayai kewajiban jangka pendek perusahaan. Total Assets Turn Over, dimana rasio ini digunakan untuk mengukur efisiennya penggunaan seluruh aktiva perusahaan untuk menunjang kegiatan penjualan, Return on Assets, rasio yang digunakan untuk efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Ketiga variabel tersebut, diduga berpengaruh terhadap Return Saham (Y). Dalam penelitian ini ingin menguji hubungan antara Curent Rasio (X1), Total Assets Turn Over (X2), dan Return On Assets (X3), terhadap Return Saham, sehingga kerangka pemikiran diatas terlihat pada paradigma konseptual penelitian berikut Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian B. Hipotesis Berdasarkan kerangka konseptual di atas maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut Pengaruh Current Ratio Terhadap Return Saham. Current Ratio yaitu hasil yang diperoleh dari aktiva lancar yang di gunakan untuk membiayai kewajiban jangka pendek perusahaan. Penelitian Ulupui (2007) menyatakan tentang rasio Likuiditas yang di ukur dengan menggunakan Current Ratio, menunjukkan bahwa CR berpengaruh positif dan signifikan terhadap retur saham. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut H1 Curren ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Pengaruh Total Assets Turn Over Terhadap Return Saham. Total Assets Turn Over (TATO) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efisiennya seluruh aktiva perusahaan digunakan untuk menunjang kegiatan penjualan (Ang, 1997). Menurut Sartono (2001) Perputaran total aktiva menunjukkan bagaimana efektifitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dalam kaitannya untuk mendapatkan laba. Semakin tinggi efektiftivitas perusahaan menggunakan aktiva untuk memperoleh penjualan diharapkan perolehan laba perusahaan semakin besar, hal ini akan menujukkan kinerja perusahaan semakin baik. Kinerja perusahaan yang semakin baik memberikan dampak pada harga saham perusahaan tersebut akan semakin tinggi dan harga saham yang tinggi memberikan harapan return yang semakin besar. sehingga hubungan TATO dengan return saham dapat dihipotesiskan sebagai berikut H2 Total Asset Turnover berpengaruh secara spositif terhadap return saham perusahaan Pengaruh Return On Assets Terhadap Return Saham. Return On Assets (ROA), digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan (return) bagi perusahaan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya (Ang, 1997). Menurut Sulistyo (2004) perusahaan yang memiliki nilai ROA semakin tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin baik. Nilai ROA yang semakin tinggi berarti perusahaan semakin efisien dalam memanfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba, sehingga nilai perusahaan meningkat (Brigham, 2001). Kinerja perusahaan yang semakin baik dan nilai perusahaan yang meningkat akan memberikan harapan naiknya harga saham perusahaan tersebut yang pada akhir nya akan berdampak kepada kenaikan return saham, sehingga hubungan ROA dengan return saham dapat dihipotesiskan sebagai berikut H3 Return On Asset berpengaruh secara positif terhadap return saham perusahaan BAB IV METODE PENELITIAN A.Lokasi dan Waktu Penelitian Yang menjadi lokasi penelitian adalah Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan perusahaan-perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2011 sampai dengan tahun 2013. Sedangkan waktu penelitian dilakukan selama 2 bulan,Februari 2015 sampai dengan Maret 2015. B.Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penulisan ini adalah metode dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data melalui buku tahunan perusahaan. Dokumentasi yang dilakukan adalah mengumpulkan semua data sekunder dari (Indonesian Capital Market Directory) dan situs internet ( HYPERLINK http//www.idx.co.id/ www.idx.co.id), perpustakaan, literature. C. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder, data yang pengumpulan dan pengolahannya dilakukan oleh pihak lain yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data-data tersebut diantaranya berupa informasi perusahaan,laporan keuangan tahunan. D.Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang termasuk dalam kelompok industry Makanan dan Minuman yang berjumlah 15 perusahaan dimana perusahaan tersebut telah go public dan sahamnya terdaftar di BEI dari tahun 2011 sampai dengan 2013. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purpose sampling dimana sampel yang diambil yaitu sebanyak 15 perusahaan. Beberapa kriteria dalam pemilihan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah Perusahaan go public dalam Sektor industri minuman dan makanan yang telah tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2011-2013. Perusahaan mengeluarkan Laporan keuangan tahunan setiap tahun dan juga terdaftar harga sahamnya selama periode 2011 2013. Perusahaan yang memperoleh keuntungan tahun 2011-2013. Tabel 2 Daftar Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia NoNama Perusahaan1Delta Djakarta Tbk2Indofood CBP Sukses Makmur Tbk3Indofood Sukses Makmur Tbk4Multi Bintang Indonesia Tbk5Mayor Indah Tbk6Ultra Jaya Milk Industry Trading Compant Tbk7Siantara Top Tbk8Sekar Laut Tbk9Cahaya Kalbar Tbk10Akasha Wira Internasional Tbk11Prasidha Wira Internasional Tbk12Nippon Indosari Corpindo Tbk13Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk14Tri Banyan Tirta Tbk15Sekar Bumi Tbk E.Metode Analisis Data Metode analisis yamg digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda dimaksudkan untuk menguji sejauh mana dan bagaimana variabel – variabel independen berpengaruh terhadap variable dependen. Sebagai Analisis tambahan akan dilengkapi dengan analisis korelasi, analisis korelasi digunakan untuk melihat keeratan hubungan antara variable satu dengan variable yang lain dalam penelitian. Model umum analisis regresi tersebut adalah sebagai berikut (Gurajati1995) Y a b1CR b2 TATO b3 ROA e dimana Y Return saham a Konstanta b1, b2, b3, Koefisien regresi X1, X2, X3 CR Current Ratio TATO Total Assets Turn Over. ROA Return On Assets. e Residual Jenis metode analisis penelitian adalah studi empiris, yakni studi tentang fakta/data yang nyata dikumpulkan dan diuji secara sistematis dengan menggunakan SPSS versi 17.0 for windows. Statistik Deskripsif Statistik deskriptif yaitu suatu metode yang berusaha untuk memberikan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat dan hubungan antara fonomena yang diteliti dalam suatu perusahan. Uji asumsi klasik Uji Normalitas Digunakan untuk mengujiapakah sampel didistribusikan secara normal. Pengujian normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji one sampel kolmogrov-smirnow test yang digunakan untuk mengetahui apakah tingkat signifikan data berdistribusi normal. Jika tingkat signifikansi berada diatas 0,05, maka data berdistribusi normal. Sebaliknya jika tingkat signifikansi berada dibawah 0,05, maka dikatakan berdistribusi tidak normal. Uji Multikolinearitas Penguji Multikolinearitas menggunakan IVarians Inflation factor (VIF). Apabila variabel independen (bebas) memiliki angka VIF sekitar angka 10 dan nilai tolerance mendekati angka 10 maka dapat dikatakan bahwa variabel independen tidak memiliki multikolinearitas dengan variabel lain. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah sebuah model regresi terjadi ketidak samaan varian dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. Jika terjadi varian berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi ini yang baik adalah terjadi Heteroskedastisitas. Uji T-statistik ( Parsial ) Uji ini di gunakan untuk mengetahui apakah variable independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Signifikan berarti pengaruh yang terjadi dapat berlaku populasi. Tingkat signifikan yang di gunakan 0,05 atau 5. Uji F ( Simultan ) Variabel dalam penelitian ini terdiri dari Variabel tidak bebas (Y), adalah Return Saham (Y) dan variabel bebas terdiri dari Curren ratio (X1), Total Asset Turn Over (X2) dan Return On Asset (X3). Definisi operasional dari setiap variabel nampak dalam tabel berikut Tabel 3 Definisi Operasional Variabel Penelitian NoJenis VariabelDefinisi OpersionalSkalaMetode Pengukuran1Return saham (Y)Return Saham yaitu hasil yang diperoleh dari penanaman modal di dalam saham pada priode tertentu Rasio (Pit Pit-1) Rit() ———– x 100 Pit-1 2Likuiditas Current Ratio (X1)Rasio Likuiditas yaitu kemampuan perusahaan jangka pendek untuk memenuhi obligasi (kewajiban) yang jatuh tempo Current Rasio yaitu hasil yang diperoleh dari aktiva lancar yang di gunakan untuk membiayai kewajiban jangka pendek perusahaan.Rasio AK. Lancar CrR ————-x 100 Hut. Lancar 3Aktivitas TATO (X2)Rasio aktivitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam menghasilkan penjualan dengan kemampuan aktiva yang dimiliki Total Assets Turn Over adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiennya penggunaan seluruh aktiva perusahaan untuk menunjang kegiatan penjualanRasio Penjualan TATO ————- T. Aktiva4Profitabilitas ROA (X3)Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan kemampuan dan sumber yang dimiliki. Return On Assets adalah rasio yang digunakan untuk efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.Rasio NIAT ROA———– X 100 T. Assets Variabel Penelitian Variabel Terikat (Dependent Variable) Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah Return Saham Ratio (Y). Ratio ini menjelaskan yaitu hasil yang diperoleh dari penanaman modal di dalam saham pada priode tertentu. Variabel Bebas (Inependent Variable) Variable bebas (X) dalam penelitian ini adalah Current Ratio (CR), Total Assets Turn Over (TATO), dan Return On Assets (ROA). Variabel-variabel ini diduga mempengaruhi Return Saham secara simultan dan parsial, antara lain Current Ratio Likuiditas memberikan gambaran posisi keuangan dalam jangka waktu yang pendek, tetapi juga digunakan untuk mengecek efisiensi modal kerja yang digunakan dalam perusahaan. Rasio ini sering disebut sebagai rasio modal kerja. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan jangka pendek untuk memenuhi obligasi (kewajiban) yang jatuh tempo, sedangkan Current Ratio yaitu hasil yang diperoleh dari aktiva lancar yang di gunakan untuk membiayai kewajiban jangka pendek perusahaan. Semakin tinggi rasio ini mengindikasikan semakin baik minat investor terhadap harga saham. Ada hubungan positif current ratio dengan return saham. Total Assets turn Over Aktivitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam menghasilkan penjualan dengan kemampuan aktiva yang dimiliki. Sedangkan Total Assets Turn Over adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiennya penggunaan seluruh aktiva perusahaan untuk menunjang kegiatan penjualan Semakin tinggi rasio ini mengindikasikan semakin baik minat investor terhadap harga saham. Ada hubungan positif total assets turn over dengan return saham. Return On Assets Rasio Profitabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan kemampuan dan sumber yang dimiliki. Apabila pasar modal menganggap seluruh investor adalah investor yang rasional maka para investor tersebut akan selalu memilih untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki profitabilitas yang tinggi. Karena dengan kemungkinan perusahaan menghasilkan laba tinggi maka return ekspektasi juga tinggi. Sedangkan Return On Assets adalah rasio yang digunakan untuk efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya . Semakin tinggi rasio ini mengindikasikan semakin baik minat investor terhadap harga saham. Ada hubungan positif return on assets dengan return saham. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data. Sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh current ratio, total assets turn over, dan return on assets terhadap return saham pada perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai sampel penelitian. Bingkai populasi (population frame) penelitian ini adalah semua perusahaan industri makanan dan minuman dan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 sampai tahun 2013. Jumlah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2013 yang termasuk dalam kelompok industri manufaktur adalah sebanyak 15 perusahaan. Dari populasi tersebut, kemudian dilakukan penyeleksian untuk menentukan perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria yan telah ditentukan. Proses penyeleksian ini dapat dilihat pada tabel 4. Setelah dilakukan penyeleksian, diperoleh sampel akhir sebanyak 10 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk digunakan dalam penelitian ini. Tabel 4 Prosedur Penyeleksian Sampel Populasi perusahaan industri makanan dan minuman yang terdaftar di BEI 2011-201315Data tidak lengkap2Data outler3Sampel yang digunakan10 2. Deskripsi Variabel Penelitian. Deskripsi dalam penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, aktivitas dan profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemrosesan data dilakukan dengan menggunakan bantuan Software Product And Service Solution (SPSS). Hasil perhitungan Current Ratio, Total Assets Turn Over, dan Return On Assets pada perusahaan Makanan dan Minuman Tahun 2011- 2013. Current Ratio Current Ratio yaitu hasil yang diperoleh dari aktiva lancar yang di gunakan untuk membiayai kewajiban jangka pendek perusahaan.. Hasil perhitungan Current Ratio perusahaan makanan dan minuman adalah Table 5 Hasil Perhitungan CR Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Tahun 2011 2013 () NoNama PerusahaanKode2011201220131Akasha Wira International TbkADES170.88194.16180.962Tiga Pilar Sejahtera Food TbkAISA189.35126.95175.033Delta Djakarta TbkDLTA600.91526.46470.544Indofood CBP Sukses Makmur TbkICBP287.11272.00241.065Indofood Sukses Makmur TbkINDF194.22204.89166.736Mayora Indah TbkMYOR221.87276.11244.347Prasidha Aneka Niaga TbkPSDN153.94160.67167.578Nippon Indosari Corpindo TbkROTI128.35112.46113.649Sekar Laut TbkSKLT169.74141.48123.3810Siantar Top TbkSTTP103.4899.75114.24Sumber Data Sekunder yang diolah, 2015 Total Assets Turn Over Total Assets Turn Over adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efisiennya penggunaan seluruh aktiva perusahaan untuk menunjang kegiatan penjualan. Hasil perhitungan TATO perusahaan makanan dan minuman adalah Table 6 Hasil Perhitungan TATO Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Tahun 2011 2013 (Kali) NoNama PerusahaanKode2011201220131Akasha Wira International TbkADES94.74122.50113.932Tiga Pilar Sejahtera Food TbkAISA48.8271.0480.803Delta Djakarta TbkDLTA200.26230.75230.834Indofood CBP Sukses Makmur TbkICBP127.22121.87118.005Indofood Sukses Makmur TbkINDF85.2084.5373.936Mayora Indah TbkMYOR143.24126.60123.777Prasidha Aneka Niaga TbkPSDN295.77191.19187.668Nippon Indosari Corpindo TbkROTI107.1498.8382.609Sekar Laut TbkSKLT160.77160.85187.7710Siantar Top TbkSTTP109.94102.71115.30Sumber Data Sekunder yang diolah, 2015 Return On Assets Return On Assets adalah rasio yang digunakan untuk efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya . Hasil perhitungan ROA perusahaan makanan dan minuman adalah Table 7 Hasil Perhitungan ROA Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Tahun 2011 2013 () NoNama PerusahaanKode2011201220131Akasha Wira International TbkADES8.1821.4312.622Tiga Pilar Sejahtera Food TbkAISA4.186.566.913Delta Djakarta TbkDLTA21.7928.6431.204Indofood CBP Sukses Makmur TbkICBP13.5712.8110.515Indofood Sukses Makmur TbkINDF9.118.054.386Mayora Indah TbkMYOR7.338.9710.907Prasidha Aneka Niaga TbkPSDN5.663.753.138Nippon Indosari Corpindo TbkROTI15.2712.388.679Sekar Laut TbkSKLT2.793.193.7910Siantar Top TbkSTTP4.575.977.78Sumber Data Sekunder yang diolah, 2015 Return Saham Return saham menunjukkan hasil yang diperoleh dari penanaman modal di dalam saham pada priode tertentu. Hasil perhitungan return saham pada perusahaan makanan dan minuman adalah Table 8 Return Saham Pada Perusahaan Makanan dan Minuman Tahun 2010 2012 () NoNama PerusahaanKode2011201220131Akasha Wira International TbkADES-389042Tiga Pilar Sejahtera Food TbkAISA-37118323Delta Djakarta TbkDLTA-7129494Indofood CBP Sukses Makmur TbkICBP1150315Indofood Sukses Makmur TbkINDF-627136Mayora Indah TbkMYOR3340307Prasidha Aneka Niaga TbkPSDN288-34-278Nippon Indosari Corpindo TbkROTI25108-859Sekar Laut TbkSKLT029010Siantar Top TbkSTTP795248Sumber Data Sekunder yang diolah, 2015 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai variabel-variabel penelitian seperti current ratio (x1), total assets turn over (x2) dan return on assets (x3), dan return saham (Y). statistik deskriptif untuk variabel-variabel penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 9 Deskriptif Variabel Penelitian Descriptive StatisticsNMinimumMaximumMeanStd. DeviationY30-85.00288.0035.066767.62367X13099.75600.91211.08121.75454X23048.82295.77133.2956.17869X3302.7931.2010.13637.25252Valid N (listwise)30Sumber Data Sekunder yang diolah, 2015 Pengolahan data mentah dari penelitian ini dapat dilihat sebagaimana di ringkasan pada tabel 9 di atas menunjukkan bahwa jumlah sampel atau N data valid yang akan diteliti adalah 30 sampel. Penjelasan dari tabel tersebut dijabarkan sebagai berikut Variabel dependen return saham memiliki nilai minimum sebesar -85,00 dan untuk nilai maksimum sebesar 288,00, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 35.07 dengan standar deviasi 67.62 . Variabel current ratio (X1) yang merupakan variabel independen menunjukkan nilai minimum sebesar 99,75 dan untuk nilai maksimum adalah 600,91, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 211.08 dan nilai standar deviasi sebesar 121,75. Variabel total assets turn over (X2) yang merupakan variabel independen menunjukkan nilai minimum sebesar 48,82 dan untuk nilai maksimum adalah 295,77, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 133,29 dan nilai standar deviasi sebesar 56,18. Variabel return on assets (X3) menunjukkan nilai minimum sebesar 2,79, sedangkan untuk nilai maksimumnya adalah sebesar 31,20, dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 10,14 dan nilai standar deviasi sebesar 7,25. 4. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk lebih memperjelas tentang sebaran data dalam penelitian ini maka akan disajikan dalam grafik histogram dan grafik normal P-plot . Jika sumbu menyebar sekitar garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Gambar 2 Grafik Histogram Gambar 3 Grafik Normal Sumber Data sekunder diolah, 2015. Dengan melihat tampilan grafik histogram maupun grafik normal P-Plot diatas dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang mendekati normal. Sedangkan pada grafik normal P-Plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta arah penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Kedua grafik tersebut menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas. b. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen penelitian. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Ada tidaknya korelasi antar variabel tersebut dapat dideteksi dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai tolerance 0,1 dan VIF 10, maka dinyatakan tidak ada korelasi sempurna antar variabel independen dan sebaliknya (Ghozali, 2001). Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 9 berikut Tabel 10 Hasil Uji Molikolinearitas ModelCollinearity StatisticsToleranceVIF1(Constant)X1.3502.854X2.7881.269X3.3972.517Sumber Data sekunder diolah, 2015 Berdasarkan Tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa angka tolerance dari variabel independen CR, TATO dan ROA mempunyai nilai tolerance lebih dari 0,10 yang berarti bahwa tidak ada korelasi antar variabel indpenden yang nilainya lebih dari 95. Sementara itu, hasil perhitungan nilai Variance Inflantion Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama. Tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen tersebut. c. Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dimaksudkan untuk mengetahui kesamaan varian masing-masing variabel independen X1, X2, dan X3 terhadap variabel terikat (Y). Pengujian homogenitas terhadap variabel penelitian digunakan uji heterokedastisitas. Deteksi terhadap masalah heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik sebaran nilai residual. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode grafik plot Regression Standarized Predicted Value dengan Regression Studentized Residual. Hasil pengujian dapat dilihat pada gambar 4 berikut ini Gambar 4 Grafik Scatterplot Sumber Data sekunder diolah, 2015 Berdasarkan grafik scatterplot di atas tampak bahwa sebaran data tidak membentuk pola yang jelas, titik-titik data menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. 5. Analisis Regresi Berganda Setelah hasil uji asumsi klasik dilakukan dan hasilnya secara keseluruhan menunjukkan model regresi memenuhi asumsi klasik, maka tahap berikut adalah melakukan evaluasi dan interpretasi model regresi berganda. Model regresi berganda dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel independen Carrent Ratio (X1), Total Assets Turn Over (X2), dan Return On Assets (X3) terhadap variabel dependen Return saham (Y). Berikut ini adalah uraian hasil pengujian regresi berganda dan output table pengujian dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16. Koefisien Determinasi. Hasil nilai adjusted R-Square dari regresi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap return saham pada perusahaan manufakture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tabel 11 Model Summary Model SummarybModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the EstimateDurbin-Watson1.550a.302.22259.651331.810a. Predictors (Constant), X3, X2, X1b. Dependent Variable YSumber Olahan Data (Lampiran) Pada tabel 11 menunjukkan bahwa koefisien determinasi yang ditunjukkan dari nilai R Squared (R2) sebesar 0,302, hal ini berarti 30,2 variasi return saham dapat dijelaskan oleh variasi dari tiga variabel independen yaitu Current Ratio, Total Assets Turn Over , dan Return On Assets, Sedangkan sisanya (100 – 30,2 69,8) dijelaskan sebab yang lain diluar model. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F). Pengujian hipotesis uji F digunakan untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat. Dari hasil pengujian simultan diperoleh sebagai berikut Tabel 12 Hasil Uji F ANOVAbModelSum of SquaresDfMean SquareFSig.1Regression40100.544313366.8483.757.023aResidual92515.322263558.282Total132615.86729a. Predictors (Constant), X3, X2, X1b. Dependent Variable YSumber Olahan Data (Lampiran) Tabel 12 menunjukkan hasil perhitungan statistik uji F sebesar 3,757 dengan probabilitas 0,023. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05 yang berarti secara simultan seluruh variabel independen yaitu Current Ratio, Total Assets Turn Over , dan Return On Assets berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Return Saham. Dengan demikian model regresi ini dapat menjelaskan yaitu Current Ratio, Total Assets Turn Over , dan Return On Assets secara bersama-sama berpengaruh terhadap Return Saham. Uji Signifikasi Parsial (Uji t). Untuk menentukan pengaruh masing masing variabel bebas terhadap variabel terikat di gunakan uji t. Dari hasil pengujian analisis regresi sebagaimana pada lampiran diketahui nilai t hitung sebagai berikut Tabel 13 Pengujian Regresi Linear Berganda CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.Collinearity StatisticsBStd. ErrorBetaToleranceVIF1(Constant)-29.69429.649-1.002.326X1-.310.154-.558-2.017.054.3502.854X2.659.222.5482.968.006.7881.269X34.1782.423.4481.724.097.3972.517a. Dependent Variable YSumber Data sekunder diolah, 2015 Hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dapat dirumuskan kedalam persamaan berikut Y -29,694 b0 0,310 X1 0.659 X2 4.178 X3 e Dari persamaan regresi di atas maka dapat disimpulkan bahwa interpretasi dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut 6. Pengujian Hipotesis Hipotesis 1 (H1) Hasil pengujian hipotesis pertama (H1) ditolak yang menyebutkan bahwa current ratio berpengaruh terhadap return saham. Hal ini di tunjuk pada table 13 bahwa nilai koefisien regresi variabel (X1) adalah -0.310 dan nilai thitung -2.017. Nilai koefisien regresi ini tidak signifikan pada tingkat signifikansi p value 0.054 0.05. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa variabel current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham pada taraf signifikansi 5. Hipotesis 2 (H2) Hasil pengujian hipotesis kedua (H2) diterima yang menyebutkan bahwa total assets turn over berpengaruh terhadap return saham dikonfirmasi pada tabel 13 bahwa nilai koefisien regresi variabel (X2) adalah 0.659 dan nilai thitung 2.968. Nilai koefisien regresi ini signifikan pada tingkat signifikansi dengan p value 0.006 0.05. Berdasarkan hasil pengujian H2 ini dapat diinterpretasikan bahwa total assets turn over berpengaruh signifikan terhadap return saham pada taraf signifikansi 5. Hipotesis 3 (H3) Hasil pengujian hipotesis ketiga (H3) ditolak yang menyebutkan bahwa return on assets berpengaruh terhadap return saham dikonfirmasi pada tabel 13 bahwa nilai koefisien regresi variabel X3 adalah 4.178 dan nilai thitung 1.724. Nilai koefisien regresi ini signifikan pada tingkat signifikansi dengan p value 0,097 0.05. Hasil pengujian ini menginterpretasikan bahwa variabel return on assets berpengaruh tidak signifikan terhadap return saham pada taraf signifikansi 5. Pembahasan Pengaruh Current Ratio terhadap Return Saham Berdasarkan hasil analisis data current ratio berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap return saham. Current ratio yang tinggi belum tentu menjamin akan dapat membayar utang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi atau distribusi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan (Munawir, 2002). Rasio lancar yang terlalu tinggi juga menunjukkan manajemen yang buruk atas sumber likuiditas. Kelebihan dalam aktiva lancar seharusnya digunakan untuk membayar dividen, membayar hutang jangka panjang atau untuk investasi yang bisa menghasilkan tingkat kembalian lebih (Darsono, 200552). Hal yang paling penting dalam mengukur rasio modal kerja (rasio likuiditas) bukanlah pada besar kecilnya perbedaan aktiva lancar dengan utang jangka pendek, melainkan harus dilihat pada hubungannya atau perbandingannya yang mencerminkan kemampuan mengembalikan utang. Current ratio yang tinggi mungkin menunjukkan adanya uang kas yang berlebihan dibandingkan dengan tingkat kebutuhan atau adanya unsur aktiva lancar yang rendah likuiditasnya seperti persediaan dan piutang yang berlebihan. Current ratio yang tinggi tersebut memang baik dari sudut pandang kreditor, namun dari sudut pandang investor, hal ini kurang menguntungkan karena aktiva lancar tidak didayagunakan dengan efektif. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan proporsi aktiva lancar dan kewajiban atau hutang lancar yang dimiliki perusahaan tidak terlalu mempengaruhi minat investor terhadap saham perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung terutama Tri Laksita Asmi (2014) bahwa Current Ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham. hipotesis ini sejalan pula dengan pengujian Wahid Al Hayat (2014) bahwa Current Ratio (CR) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap return saham. Hal ini disebabkan Current Ratio biasanya digunakan untuk mengukur likuiditas suatu perusahaan. Current Ratio perusahaan yang terlalu tinggi menunjukkan bahwa perusahaan kurang mampu mengelola money to create money, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampulabaan perusahaan. Saham dengan likuiditas tinggi akan mempermudah investor untuk membeli dan menjual saham tersebut namun Current Ratio yang tinggi belum tentu menjamin akan dapat dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan apabila terdapat saldo kas yang kelebihan, jumlah piutang dan persediaan terlalu besar. Pengaruh Total Assets Turn Over terhadap Return Saham Hasil pengujian memperoleh bukti empiris bahwa total assets turn over berpengaruh positif signifikan terhadap retur saham. Semakin aktif suatu perusahaan maka semakin tinggi return saham perusahaan tersebut. Semakin besar Total Assets Turn Over menunjukkan semakin besar tingkat kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam menghasilkan penjualan dengan kemampuan aktiva yang dimiliki. Peningkatan Total Assets Turn Over akan berdampak terhadap peningkatan profitablitas yang diperoleh perusahaan, dimana sebagian digunakan untuk membayar dividen kepada pemilik. Hal tersebut dapat berdampak terhadap peningkatan return saham karena investor cenderung akan menginginkan hasil yang diperoleh dari penanaman modal di dalam saham. Hasil penelitian ini mendukung temuan Wahid Al Hayat (2014) Total Assets Turnover (TATO) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Total Assets Turn Over merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efisiennya seluruh aktiva perusahaan digunakan untuk menunjang kegiatan penjualan (Ang, 1997). Menurut Sartono (2001) Perputaran total aktiva menunjukkan bagaimana efektifitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dalam kaitannya untuk mendapatkan laba. Semakin tinggi efektiftivitas perusahaan menggunakan aktiva untuk memperoleh penjualan diharapkan perolehan laba perusahaan semakin besar, hal ini akan menujukkan kinerja perusahaan semakin baik. Kinerja perusahaan yang semakin baik memberikan dampak pada harga saham perusahaan tersebut akan semakin tinggi dan harga saham yang tinggi memberikan harapan return yang semakin besar. Pengaruh Return On Assets terhadap Return Saham Hasil pengujian memperoleh bukti empiris bahwa return on assets berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham. Semakin tinggi Return On Assets maka akan semakin tinggi pula tingkat profitabilitasnya dan akan berpangaruh terhadap harga saham. Return On assets merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan total aktiva yang dimilikinya. Return On assets memiliki hubungan yang positif dengan harga saham, sehingga semakin besar return on assets semakin besar pula harga pasar karena besarnya return on assets memberikan indikasi bahwa pengembalian yang akan diterima investor akan tinggi sehingga investor akan tertarik untuk membeli saham tersebut dan hal ini menyebabkan harga pasar saham cenderung naik. Hasil pengujian hipotesis ini sejalan dengan pengujian Novianto (2014). Analisis Pengaruh EPS, ROA, NPM TATO dan PER terhadap Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Food And Beverages Di Bursa Efek Indonesia). Hasil penelitian menunjukkan Return on asset (ROA) tidak memiliki pengaruh terhadap return saham. Penelitian Tri Laksita Asmi (2014) tentang pengaruh Current Ratio, Debt to Euity Ratio, Total Asset Turn Over, Return On Asset, Price Book Value terhadap return saham perusahaan property di BEI, menunjukkan ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. BAB VI SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh kesimpulan penelitian tentang pengaruh current ratio, total assets turn over, dan return on assets terhadap return saham adalah sebagai berikut Carrent Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham pada perusahaan manufaktur makanan dan minuman periode tahun 2011- 2013. Hal ini disebabkan Current Ratio digunakan untuk mengukur likuiditas suatu perusahaan. Current Ratio perusahaan yang terlalu tinggi menunjukkan bahwa perusahaan kurang mampu mengelola money to create money, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampulabaan perusahaan. Current ratio yang tinggi mungkin menunjukkan adanya uang kas yang berlebihan dibandingkan dengan tingkat kebutuhan atau adanya unsur aktiva lancar yang rendah likuiditasnya seperti persediaan dan piutang yang berlebihan. Total Assets Turn Over berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham pada perusahaan manufaktur makanan dan minuman. Hal ini berarti semakin aktif suatu perusahaan maka semakin tinggi return saham perusahaan tersebut. Semakin besar Total Assets Turn Over menunjukkan semakin besar tingkat kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam menghasilkan penjualan dengan kemampuan aktiva yang dimiliki. Return On Assets berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur makanan dan minuman. Ini berarti semakin tinggi Return On Asset maka akan semakin tinggi pula tingkat profitabilitasnya dan tidak berpangaruh terhadap return saham. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis menyarankan sebagai berikut Bagi peneliti yang mengambil judul yang sama, sebaiknya menambahkan jumlah variabel independennya karena ketiga variabel bebas dalam penelitian ini hanya mampu menjelaskan pengaruh variabel dependen sebesar 30,2, berarti masih tersisa 69,8 yang di dalamnya terdapat variabel bebas yaitu rasio-rasio lain yang dapat mempengaruhi harga saham. Bagi investor, sebelum melakukan investasi saham, para investor perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham. seperti Return on Equity yang dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi, karena dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan tingkat pengembalian yang dilakukan perusahaan. PAGE MERGEFORMAT 8 Total Assets Turn Over X2 RETURN SAHAM (Y) Return on Assets X3 Current Ratio X1 eJsFObG3b_kyOC
. BVdBVBVdBVBVdBVddBVddBVddBVdBVBVdBVBVdBVddBVddBVddBVdBVBVdBVBVdBVddBVddBVd
WPtKYd
vY9BVdqWRRZmtttYY,NYPPTaa/d2rssoer05q rzMMM)))rlffO8rrr,d9Y_EDWX1k1GGQgDFQEdeeY4rPBVRdGeDDH/_ YkkkRHgReiMQC4PXrUt9SSSRQMMM0oacV7Y YZVYv_,OdXVAEOX.3tMsXuyjC oYvJjgeyyyr_hJJb
imhheFHqHd8gVBu-rQFFFZuNdDVBVU9YcclZu55UFNoyXN/TdX)chz_nzFurVtFJJ0sYYYYYYYe
qY/(111u/dEVddBVBVdddEVdEVdBVBVddEVdEVdBVBVddEVBVBVdBVBVddEVBVBVdBVdEVddBVBVddEVdEVddBVBVdddEV_5–[email protected] oRRnN4s6lPUU588((9YKn_nj,SbbbdhzP677_kiTrrmfndEVBV/URRoI 7sFXFs,2rUh4jgguCx0DGiHXkaa-ZdaJKKT3EVWBVBVB1e0l DnFgVl2TkTT6oUD )dEVBVqYuSN_UUrFVA-C8I
o,hwMJJSGqCmQJJPWL2UC1jen 8sIIIU_kudEVBVBVov5wLmkkscVOEBpL6ayIxz)U7phNrv9,YWgwttZ6m YKr//0X3Gogffx,67(SFRkkkllHo4s1CfXRR6Y Y Y YE oQ0ze,NVudEVBVzZjlleQ0333-bz9X__5CVdd
.YUuLc7JJJW13cV3BVdd
Y2ujmmmnt Y(xe2Z8FY YTVBVBVdddEVBVBVBVddBVBVBVdddEVBVBVBVddBVdEVBVddddEVBVBVddddEV
pY7-pg3-G3RPEa2rG3R7 Y Y YY Y Y YY Y Y YY Y Y YY YY YY Y YY YY YY Y YY YY Y YY YYY Y Y YY Y Y YOOW_UhydaesYi.m6h)))2gSf2N MY Y Y_,,,,ZSfj4fhyTtTF26o_OO9VzyoH555Ae7LeWiW7oXXk/F7Sew 3f3ukehYmVVV5akx1-s)DH kg0d2XodE 6TUU
2cbbx5fYXk79N_zJvvvMX V5Ijws27cVvlUo_MVFSWWb65PS,liihudZJJ,FmQ W
iMJJ [email protected]/U5d Nm00rkSfoY Y)dudvv YVWOVm neeeljBdUMZddd_O f/SfuvvFEEe_WEN),WWJJJ-/X wCf4)Y YeMJJ..pO)77dmy3dd_UY-55uWzna9YezhY Yd,YcV.nppYOyDtZ 2l xj2yv.W/_.KKKhhhuu7FUv23VD666Gd fsFUZJvkTSSK.zxfddhruXe-0Y YieuoSQQQ7oYe YgCi,OuNCVBVdo(V/XLu9lEVBVduCeU6/hp/n_FN

([email protected]_qYZmFFe)vO/XejAo.k_iCBnYVdXYVFVBVdEUmBhVduVJTEEErUmvUo eddEVWJ-S4MLL2a nQQzmt YGY YuVd5Yy7uYl6k4VSS5sdupK [email protected],awM39jjiutt,ZHk49paOy iNMinnF7
1JJhNWZZO8WwJG.J4mmmUcRg6aEVJd j-FVBVduaQ,MmEVBVduo)b.YW FY Ydj37duVddEVYV F1 tddEVWAAduwXuLM_ v)6.O1YCl /uYDnVyixNR_YoV5fDDVdEVdLYopyC7
_SF,gVYYAVdJ
e8 65/sd(Ylx1OddUY38qyubeKHHxxkSSS3gDEVBVd7oakUddEV7YSVa XofJdqYXkjj,SgeUV6YBV5lvOddEV_z.fffEVBVd.j3EVU eiY YhhY_VJ4EVC2lmiiije0o XMwZ7pYhoaEVaUXXb jzJZ4EVU YWfffFFe1NrfG2lEVBVdf [email protected],OJ/ CVa-YWMMMXXW5dzrgN(iCLJBCCY Yuvv
NYT.,,975eUWf3Jaaaku,-6iQdkYe)fY YFet.dkYGVBVdu.,aeU,—lJl8Y Yh4-Cd HY Y YUVVNd NY0y4 Y [email protected] GLgIkKKUOJi3w5dUDEE9hBVBVd. 5dU_(ddEUZZC.dEVBCCRJVxJfUY-11-Md HYalTJWr1w-5dU2EDDe.BVB Gn5Cd TYLXTVRYYDj555nAguJVB2sm0y
FGGOkZ-t7FJ kIIi9s5RfvrYl-YUVOw-((nYCUJIIaddo5YsY2l-dewqpuWb.TabUp9-.dguiT ZVGkGd5Heu4yCV775eYq/w0dd .YWzYTd)YROMG7Odak___FF kSwc7DD [email protected] yk @bYScnx)YuvvFEE9koO5dUf,deYkM
RFFdWdd Y_VY [email protected]/_Sc5vCVUg_eUk-8CV111dki9Z6
X Y YFogOdO0tiPQQsJfO- wJ uuuP.M6ehLCY YWwIdSYiY YT5-hrkooonn84o-J3.ddYoCFceYGyl6L/jWNuqSRRNzKqa7bNKKbE8EVBj2f
rwdIc vt4mH1g1pf3JtVe _WxQ1J_J
_UdEVUm3ykuWdY7egeqLtydEVU9YadEVBVSewsek9OL5eU7_ /[email protected] NYew1XOOLz0_i77QO O4dEVMMz/ U__7_GVd lYLsO5JJgILL bYu-EyrMhCCVdse3 k u,nw-EYGVBVP)mFt426mPo-E75I3c/kuuhqcOO-ErpsG6DVdEl6UVVvuu CVdo-MrOuaJnK.HYY-JTQQQ2NxdjzR77QR eyxEFQRR.A([email protected]@w-((,t)66E7uHeodWH WKK15KfYLAke0oBVddBVdBVBVdBVBVdBVBVdBVrCt33ljj sN3q1qpyg5pda oIYAVd t5udyXK,f0exusXh8gGW33sw D_,Pwdh4A GjvPwBu339ntuv ykqW
(ervqff R8eU7cL9_9swrW291ZumZWeGwWC/_ymgmNWWWvvl.((xzm(0-Qd7NO2GjQQQJczT(-EBuJwyE5o7Yl6rrrO/PWpR7RVl2Md9
[email protected],4Tw U-E)TeKnoHB0WM(kUn)ZKJJkFM 77.EWOe(OhK-R7JwdNOOLAEHJ,.srWjS2LP6xml/ YyKA
Y/.i QVc/ Am6G.wY2RwaZopghG7kAJlUUU7nhkOH6A.NMMic6NR0KDFWY)))jnuMpWRqrdyw Ee6yu_wH-gswZpI/ g Yz_QaWu VquxI6/dfA.fff.e.uhaQOOf_)CCCNRkp
Sk.skOF2 [email protected] brP)_ C723–MdgI4kh. yx2TmOTSQQsU aGG_KgejIM.5
333–5xPp2Rd3 l5y_SuG (21R7 //,((.dJYAYXVpoooaaaII2JY)(.NMM9ePV

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

l9555t2RVjgjjw)@YAV4p8WCZYY(@Y_WWv Vaqqqyyyss3GPVbeuzjjJ55UPTTSEY)bf3YYYEjQ__eb0TV)(rZZZdKeeeE))) 7BYkcY,sebvvV_OLLGm6XjjCXRpD
8C QVPVD6

FG2-Z.Kbzm6j -eEhwoRgttTUTNZ/N)nwO2-YW 3(b4/d,RIAAVnR,RXAY)_vvTdB.fddPVbV.TZIUnGY)(1Uihh/ZjfERrMM g)/sJYQ5.Kv_
JMMzymHY9RVi-RGd,pgffJKKet_xAYo0_VZPUU.JYwr(o/JdEY)(eELvyyy

lHPV
PVzJJJzSW ,V5KKKYcw)vwIMMyb1WXFYAY)eERS__l i8Us
C
Cz
RPTJXF /((h5usBO)QlrQWB uDn.nWgdVTTEyyyRP-RVn)DNCJrd2FYAY)fl(in/_eoo6S1kxqIII2
F3)7nveeUEJ3SVPVPVYLdeSRRRSSb((tel1SbQRVPVfsaa6HjJ5 [email protected] A
)(DwSSSl6i2)(uiexUkPAAUp8o002n0VUajgl((hjjJp7nxEe CuuaTKVAY)E7MMM,UkIIOIOO_p (eEqFyLyku_.YPSSc(dxYe(eElL600052BMMMmmmU n7AY)65miRVleeeIIIJkcxxXAKVAY)b lAYAY)eX,W2gtt((eKt .RzelmclbRii)eee5mXdvPVPVJYfffuqttfIbf(s/eeex66CN5.moo/PVPVJYb)//mWCXsNXXVg(–ty-/Geee UF92ZrEz544nKHHxSKNm vrr(((kRPYUUZ

ijiiSvfkll0xAVAYAYAYW(((kYe

uYU

JVAYAYAY
PV
ljf

bUeelf9Gh GeggbO_Peer—[email protected],TUmeO4((VdCf3-((iPVPVwetbbuG555UUUSf rz 7VTTHJeXFGGLbuIMfWHZZJUvmWUeeebbbGGhPVPVDu/wjkkkjjKV_qxx [email protected] LxzfoNMMiNNcnZMPn9OuR3_xOkfYY5nkl-i_UwEEEfgg5qVnx2icKzCjnrkS.,AYZQ3w.msBBRsjV/_rr68p t(eVNewYLA3ZO QCi,eFsztt)y
wkDhk,zuozXmyfk/III Pk2cJsjNZcmsflSNhjjZ-hK9(fqgZs9wMVkwSwHQKf0)@YQ/2HuOMMeSp9ff uljNNw(ePTTl1GxAVVkzkkkMMuYZuu5RVlz8FZsUXgx9zRVljNSSQ__ollLc5Uoqo [email protected] l4OU /AYZZ19SfcMJJ
[email protected]_53Cck aRU/ 0gbveO)QFr63k–nG-2(Cjng_8GK.iB ww j539nYse
4k3/J)kaNfffpwGy)K)jb9A5ueE5fAM

tV555sThEoERhJ/,,h,yRiuu._0NhZ0/[email protected] 0iebUkMhlgrY1my/2jZ/l pdNG )u9zjZkAm1u_ Y, dXiJ(x(I_TS1EZBmU/xYy5g/GMGeD3Vqq8K)fw9
xrxwrTZaGy8IjbRcXI
u3KGnD1NIBs
RuKV.ELM2fiVvlu8zH
(W )6-rCSj id DAIqbJx6kASht(QpmcaSlXP1Mh9MVdDAaVBfJP8AVf 6Q

x

Hi!
I'm Martha!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out